Rial Iran Resmi Jadi Mata Uang Terlemah Dunia 2025

Rial Iran Resmi Jadi Mata Uang Terlemah Dunia 2025

akalmerdeka.id – Nilai rial Iran kembali mencetak rekor buruk pada Rabu (14/1) setelah menembus level lebih dari satu juta IRR per dolar AS di tengah tekanan sanksi dan inflasi domestik. Di pasar global, rial Iran kini berada di posisi teratas sebagai mata uang terlemah dunia, mengungguli Pound Lebanon. Situasi ini memperlihatkan bagaimana krisis geopolitik dan salah kelola ekonomi terus menggerus daya beli masyarakat Iran.

Rial Iran Menyentuh Level Fantastis di Pasar Valuta

Data pasar terbaru menunjukkan nilai rial Iran berada di kisaran 1.092.500 per dolar AS. Angka ini jauh melampaui mata uang lain yang selama ini dikenal rapuh. Di posisi kedua, Pound Lebanon tercatat sekitar 89.782 per dolar AS, sebuah jarak yang menegaskan betapa ekstremnya keterpurukan IRR.

Di awal 2025, nilai rial Iran masih berada di sekitar 42 ribu per dolar AS. Dalam beberapa minggu, depresiasi mencapai lebih dari 2.400 persen. Lonjakan kurs ini terjadi di tengah ketidakpastian politik kawasan Timur Tengah serta memburuknya kondisi fiskal di Teheran.

Baca Juga :  Teheran Tolak Proposal 15 Poin AS Demi Kedaulatan Selat Hormuz

Ketika mata uang melemah sedalam ini, efeknya tidak lagi terbatas pada pasar keuangan. Harga barang impor langsung melonjak, sementara pendapatan warga tetap dalam denominasi rial Iran yang nilainya terus menyusut.

Tekanan Sanksi dan Konflik Regional

Keterpurukan rial Iran tidak bisa dilepaskan dari tekanan geopolitik yang menahun. Iran masih berada di bawah sanksi ekonomi Barat terkait program nuklir dan perannya dalam konflik regional. Sanksi tersebut menutup akses Iran ke sistem perbankan global serta menghambat ekspor minyak, yang selama ini menjadi tulang punggung penerimaan negara.

Ketika pasokan devisa dari minyak menurun, cadangan dolar AS menipis. Pemerintah kemudian menghadapi pilihan sulit antara memangkas belanja atau mencetak uang. Dalam beberapa tahun terakhir, opsi kedua lebih sering diambil, yang pada akhirnya mempercepat pelemahan rial Iran.

Inflasi Domestik dan Kebijakan Cetak Uang

Di dalam negeri, inflasi Iran sudah mencapai 42 persen pada Desember 2025. Angka ini menempatkan Iran di jajaran negara dengan inflasi tertinggi dunia. Harga daging, beras, hingga bahan bakar melonjak seiring melemahnya rial Iran terhadap dolar AS dan mata uang regional.

Baca Juga :  Gagalnya Rasionalitas Diplomasi Picu Eskalasi Total Perang AS-Iran

Kerusuhan sosial pun muncul secara berkala. Warga memprotes naiknya harga kebutuhan pokok yang tidak lagi sebanding dengan pendapatan mereka. Dalam kondisi ini, kepercayaan publik terhadap rial Iran terus merosot, mendorong masyarakat menukar tabungan ke mata uang asing atau emas setiap kali memungkinkan.

Dibanding Pound Lebanon, IRR Kian Terpuruk

Bank Dunia pernah menyebut krisis ekonomi Lebanon sebagai salah satu yang terburuk sejak pertengahan abad ke-19. Namun kini, ketika Pound Lebanon berada di posisi kedua mata uang terlemah dunia, rial Iran justru mencatat depresiasi yang jauh lebih dalam.

Perbandingan ini menempatkan Iran dalam sorotan global. Jika tren pelemahan rial Iran berlanjut, para ekonom memperkirakan tekanan inflasi dan instabilitas sosial akan semakin sulit dikendalikan.

Doni Jatnika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *