Prestasi SEA Games 2025 Tinggi, Dukungan Atlet Dipertanyakan

Prestasi SEA Games 2025 Tinggi, Dukungan Atlet Dipertanyakan

akalmerdeka.id — Kontingen Indonesia mengakhiri SEA Games 2025 di posisi kedua dengan total 333 medali. Secara kuantitatif, raihan 91 emas menjadi capaian terbaik dalam tiga dekade terakhir dan mencerminkan daya saing atlet nasional di tingkat regional.

Namun, sejumlah pengakuan atlet mengungkap persoalan serius pada aspek pendanaan dan dukungan pembinaan.

Fakta Lapangan di Balik Data Medali

Atlet jetski Aero Sutan Aswar merebut emas endurance open di Pattaya tanpa sokongan dana pelatnas. Ia menggunakan jetski sewaan yang dibayar dari dana pribadi. Dalam balap jetski, kendali teknis terhadap mesin menjadi faktor krusial yang memengaruhi performa.

Masuk kontingen, tapi tidak ada biaya,” kata Aero, Rabu (17/12/2025). Ia menegaskan seluruh proses latihan dan persiapan dilakukan secara mandiri akibat tidak adanya dukungan pendanaan dari Kemenpora.

Kondisi serupa dialami pebalap sepeda Rendy Varera Sanjaya. Ia menjual mobil pribadi demi membeli sepeda kompetisi sebagai modal tampil di Thailand. Langkah tersebut berujung pada dua medali emas dan satu perak.

Baca Juga :  Blok dan Servis Jadi Kunci Gresik Phonska di Proliga 2026

Kickboxing dan Pendampingan Mandiri

Pada cabang kickboxing, manajer Rosi Nurasjati tetap berangkat ke Thailand dengan biaya sendiri meski berstatus suspended dari WAKO. Ia mendampingi atlet dari luar arena pertandingan. Hasilnya, kickboxing Indonesia mengoleksi satu emas, satu perak, dan empat perunggu.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmen pemerintah untuk menghargai perjuangan atlet. “Gembira tapi pusing. Yang penting pejuang-pejuang kita kita hormati,” ujarnya, Sabtu (20/12/2025).

Sementara itu, sorotan publik mengarah kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir terkait efektivitas sistem pembinaan dan pendanaan atlet nasional.***

Anton Malenda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *