Media Vietnam Pertanyakan Keputusan Wasit saat Indonesia Kalahkan Vietnam 2-1

AkalMerdeka.id – Media Vietnam menyoroti dua keputusan wasit FIFA asal Jepang, Ryo Tanimoto, setelah Timnas U-19 Indonesia menang 2-1 atas Vietnam pada laga terakhir Grup A ASEAN U-19 Championship 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Minggu (7/6/2026). Mereka mempertanyakan penalti yang menghasilkan gol kemenangan Indonesia serta kartu merah untuk asisten pelatih Vietnam pada babak kedua.
Kemenangan tersebut mengantarkan Timnas U-19 Indonesia finis sebagai juara Grup A dan melaju ke semifinal. Sebaliknya, Vietnam harus menunggu hasil dari grup lain untuk mengetahui peluang lolos ke fase berikutnya.
Media Vietnam Soroti Penalti Penentu Kemenangan Indonesia
Indonesia lebih dulu unggul pada menit ke-22 melalui Reno Salampessy yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Vietnam. Tim tamu kemudian menyamakan skor pada menit ke-73 lewat sundulan Nguyen Quoc Khang dari situasi sepak pojok.
Saat skor 1-1, Vietnam berada di posisi yang menguntungkan karena hasil imbang cukup untuk membawa mereka finis di puncak klasemen Grup A. Situasi berubah pada masa tambahan waktu ketika wasit menunjuk titik penalti untuk Indonesia.
Evandra Florasta yang menjadi eksekutor berhasil menaklukkan kiper Vietnam dan mengubah skor menjadi 2-1. Gol tersebut sekaligus memastikan Indonesia merebut posisi teratas grup.
Media Vietnam, Soha, menilai keputusan penalti itu layak diperdebatkan. Mereka mengacu pada tayangan ulang yang menurut penilaian mereka tidak menunjukkan kontak yang jelas antara bek Vietnam dan pemain Indonesia.
“Titik balik pertandingan terjadi pada waktu tambahan babak kedua ketika wasit FIFA Ryo Tanimoto memberikan penalti kepada tim tuan rumah.”
“Tayangan ulang gerakan lambat menunjukkan bahwa bek Vietnam tidak melakukan kontak yang jelas dengan pemain Indonesia, tetapi wasit Jepang tetap meniup peluit.”
“Dari titik penalti, Evandra tidak gagal dan mengamankan kemenangan bagi Indonesia,” tulis Soha.
Kartu Merah Asisten Pelatih Vietnam Ikut Dipersoalkan
Selain penalti, media Vietnam juga mempertanyakan keputusan wasit yang mengeluarkan kartu merah kepada asisten pelatih Vietnam pada menit ke-82.
Insiden bermula ketika Fabio Azkairawan bersiap melakukan lemparan ke dalam jarak jauh. Dalam proses mengambil ancang-ancang, jalur larinya terhalang oleh asisten pelatih Vietnam hingga terjadi tabrakan di dekat area teknis.
Peristiwa itu memicu ketegangan di pinggir lapangan. Pemain dan staf dari kedua tim sempat terlibat adu argumen sebelum wasit mengambil tindakan disiplin.
Menurut Soha, keputusan tersebut dianggap kontroversial karena asisten pelatih Vietnam dinilai berada di area teknis yang menjadi tempat tugasnya.
“Selain insiden yang telah disebutkan di atas, wasit FIFA ini juga mengeluarkan kartu merah yang kontroversial,” tulis Soha.
“Akhirnya, wasit Ryo Tanimoto memutuskan untuk memberikan kartu merah kepada asisten pelatih Vietnam meskipun secara teknis ia hanya berdiri di area yang telah ditentukan untuk menjalankan tugasnya,” lanjut media tersebut.
Media Lain Vietnam Sampaikan Kritik Serupa
Pandangan yang hampir sama disampaikan oleh The Thao 247. Media tersebut menilai kartu merah yang diberikan kepada asisten pelatih Vietnam memunculkan tanda tanya karena tayangan televisi dianggap tidak memperlihatkan tindakan provokatif yang jelas.
“Indonesia mendapatkan lemparan ke dalam di sayap kanan, dan pemain tim tuan rumah mengambil ancang-ancang panjang untuk mengeksekusi lemparan.”
“Setelah berkonsultasi dengan asistennya selama beberapa menit, wasit Ryo Tanimoto secara tak terduga memberikan kartu merah langsung kepada asisten pelatih Vietnam,” tulis The Thao 247.
Media tersebut juga menyoroti posisi asisten pelatih yang menurut mereka masih berada di dalam zona teknis ketika insiden terjadi.
Kenapa Ini Penting?
Dua keputusan wasit tersebut menjadi pembahasan karena berdampak langsung pada hasil akhir pertandingan dan klasemen Grup A. Penalti di menit akhir mengubah posisi Indonesia dan Vietnam dalam hitungan detik.
Bagi Indonesia, kemenangan ini memastikan langkah ke semifinal sebagai juara grup. Bagi Vietnam, hasil tersebut membuat mereka kehilangan posisi puncak dan harus bergantung pada hasil pertandingan di grup lain.
Perdebatan mengenai keputusan wasit juga berpotensi terus berlanjut selama turnamen berlangsung, terutama karena kedua insiden yang dipersoalkan terjadi pada momen krusial yang memengaruhi nasib kedua tim.





