Draf Damai AS-Iran Bocor, Berisi 14 Poin dari Selat Hormuz hingga Sanksi

Draf Damai AS-Iran Bocor, Berisi 14 Poin dari Selat Hormuz hingga Sanksi

AkalMerdeka.id – Rancangan memorandum berisi 14 poin yang disebut tengah dibahas Iran dan Amerika Serikat memicu perhatian internasional setelah bocor ke media-media Iran. Dokumen tersebut memuat sejumlah poin penting, mulai dari penghentian permusuhan secara permanen, pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran, hingga pembukaan kembali Selat Hormuz.

Namun, di tengah beredarnya dokumen tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bereaksi keras dan menyebut laporan yang dipublikasikan media Iran sebagai berita palsu. Perbedaan narasi dari kedua pihak menunjukkan bahwa proses negosiasi masih berlangsung dan belum menghasilkan kesepakatan final.

Apa Isi Draf Kesepakatan AS-Iran?

Menurut laporan yang dikutip Kantor Berita Mehr, sumber yang dekat dengan tim perunding Iran menyebut memorandum tersebut diawali dengan komitmen penghentian permusuhan secara permanen dan segera di seluruh kawasan, termasuk Lebanon.

Dokumen itu juga disebut memuat kewajiban Amerika Serikat untuk menghormati kedaulatan Iran dan tidak melakukan intervensi terhadap urusan dalam negeri negara tersebut.

Beberapa poin utama yang dilaporkan tercantum dalam rancangan memorandum meliputi:

  • Penghentian permusuhan secara permanen.
  • Pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari.
  • Pencabutan blokade laut terhadap Iran.
  • Penangguhan sanksi terhadap sektor minyak dan petrokimia Iran.
  • Pencairan aset Iran yang diblokir senilai 24 miliar dolar AS.
  • Periode negosiasi lanjutan selama 60 hari.
  • Komitmen Iran tetap berada dalam kerangka Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
  • Rencana rekonstruksi Iran senilai sedikitnya 300 miliar dolar AS.
Baca Juga :  Anatomi Tragedi Kahramanmaraş: Kegagalan Pengawasan dan Ancaman Subkultur Digital

Rancangan tersebut juga disebut menghapus isu program rudal Iran dan dukungan terhadap kelompok perlawanan regional dari agenda perundingan akhir.

Trump Bantah Isi Memorandum

Menyusul bocornya dokumen tersebut, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bantahan melalui media sosial. Ia menyebut laporan yang beredar di media Iran tidak sesuai dengan kenyataan.

Reaksi Trump muncul karena sejumlah poin dalam draf yang beredar dinilai memberikan keuntungan lebih besar kepada Iran dibanding posisi Washington sebelum konflik berlangsung.

Di antaranya adalah usulan penarikan pasukan Amerika Serikat dari sekitar Iran, pembukaan kembali Selat Hormuz dengan pengaturan Iran, serta tuntutan rekonstruksi bernilai ratusan miliar dolar AS.

Pakistan Klaim Perdamaian Sudah Dekat

Di tengah silang pendapat mengenai isi memorandum, Pakistan menyatakan proses perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat telah mendekati tahap akhir.

Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif mengatakan negaranya terus berperan sebagai mediator untuk membantu kedua pihak menyelesaikan langkah lanjutan menuju kesepakatan permanen.

“Perdamaian belum pernah sedekat sekarang ini,” tulis Sharif melalui platform X.

Baca Juga :  Netanyahu Tetap Serang Iran Meski Diminta Trump Menahan Diri

Pakistan selama beberapa bulan terakhir aktif mendorong dialog guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari 100 hari dan membuka kembali jalur perdagangan melalui Selat Hormuz.

Selat Hormuz Jadi Poin Paling Krusial

Dari seluruh isi memorandum yang beredar, pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu poin yang paling penting bagi ekonomi global.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan negara-negara produsen minyak di Teluk dengan pasar dunia. Gangguan di kawasan tersebut selama beberapa bulan terakhir telah memicu ketidakpastian perdagangan energi internasional.

Jika kesepakatan tercapai dan jalur pelayaran kembali normal, tekanan terhadap distribusi minyak global berpotensi berkurang. Sebaliknya, kegagalan negosiasi dapat memperpanjang ketidakpastian di pasar energi.

Iran dan AS Sama-sama Sebut Kesepakatan Belum Final

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengakui bahwa peluang tercapainya kesepakatan permanen semakin terbuka. Namun, ia menegaskan dokumen yang beredar masih berada dalam tahap peninjauan.

Menurut Araghchi, tahap pertama akan berupa nota kesepahaman untuk menghentikan pertempuran. Setelah itu, pembahasan lebih rinci mengenai program nuklir Iran, pencabutan sanksi, dan pencairan aset akan dilakukan dalam tahap berikutnya.

Baca Juga :  Negosiasi Trump-Xi di Beijing: Melampaui Perangkap Thucydides

Sementara itu, seorang pejabat senior AS mengatakan kesepakatan memang sudah sangat dekat, tetapi belum mencapai garis akhir. Ia menegaskan bahwa pencabutan sanksi maupun pencairan aset Iran nantinya akan bergantung pada kepatuhan Teheran terhadap kesepakatan yang dicapai.

Kenapa Dunia Perlu Memperhatikan?

Bocornya draf memorandum ini menunjukkan bahwa negosiasi tidak lagi hanya menyangkut isu nuklir Iran. Pembahasan telah meluas ke keamanan kawasan, perdagangan energi, sanksi ekonomi, hingga masa depan Selat Hormuz.

Karena itu, hasil akhir perundingan berpotensi memengaruhi harga energi, stabilitas Timur Tengah, dan hubungan geopolitik global dalam jangka panjang. Meski demikian, seluruh poin yang beredar saat ini masih berupa rancangan dan belum menjadi kesepakatan resmi yang ditandatangani kedua pihak.

Heri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *