Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meminta warga tidak panik menyikapi asap karhutla yang terpantau sampai atmosfer Jakarta. Dalam keterangannya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10/2026), ia juga mengimbau masyarakat memakai masker, sementara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan pengendalian lewat penyemprotan air.
Rano menilai kondisi ini berkaitan dengan situasi alam. "Yang pasti, kita tidak boleh panik. Ini situasi memang alam sedang seperti ini," kata dia.
Soal pengendalian, Rano menyinggung penggunaan water mist, yakni penyemprotan air berupa kabut halus yang pernah dipakai Pemprov DKI Jakarta. Menurut dia, langkah itu belum tentu cukup dan perlu diulang. Ia sempat bertanya kepada Sekretaris Daerah yang berada di sampingnya tentang alat yang dulu dibuat tersebut.
"Water spray, itu salah satu juga, bukan satu-satunya. Salah satunya untuk mengendalikan di beberapa wilayah," lanjut Rano.
Anjuran memakai masker, tuturnya, tidak semata karena asap. Di sejumlah tempat, "sudah terjadi yang disebut flu," dan Rano mengaku baru mengalaminya sendiri. Ia meminta izin tidak hadir sehari sebelumnya karena flu, lalu menjalani tes usap (swab) dengan hasil negatif. Menurut dia, penyakitnya hanya flu akibat kelelahan, dan hal itu perlu disampaikan kepada masyarakat.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau asap karhutla mencapai atmosfer Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Sebaran asap dideteksi lewat citra satelit Himawari-9 serta analisis meteorologi. Pemantauan pada Jumat, 16 Oktober 2026, menunjukkan asap juga tersebar di sejumlah wilayah Indonesia dan melintasi Semenanjung Malaysia hingga Singapura.
BMKG menjelaskan bahwa arah dan kecepatan angin di berbagai lapisan atmosfer memengaruhi pergerakan asap. Terdeteksinya asap di Jakarta dan sekitarnya belum berarti polusi di permukaan ikut meningkat.
BMKG menegaskan citra satelit hanya menunjukkan keberadaan asap di atmosfer. Konsentrasi polutan di permukaan dan dampaknya terhadap kualitas udara masih perlu dipantau lebih lanjut.