Daerah

Kecelakaan 15 Kendaraan di Cipularang KM 91, Truk Diduga Alami Gangguan Rem

Kecelakaan beruntun terjadi di tol Cipularang km 91 arah Jakarta melibatkan 15 kendaraan, Rabu 07/10/2026
Kecelakaan beruntun terjadi di tol Cipularang km 91 arah Jakarta melibatkan 15 kendaraan, Rabu 07/10/2026

Purwakarta, AkalMerdeka.id - Kecelakaan beruntun melibatkan 15 kendaraan terjadi di Cipularang KM 91 arah Jakarta, Purwakarta, pada Rabu, 7 Oktober 2026 sekitar siang hari. Kecelakaan tersebut diduga dipicu truk yang mengalami gangguan pengereman saat arus lalu lintas melambat, menyebabkan sejumlah kendaraan di depannya tertabrak.

Kecelakaan Cipularang KM 91 Melibatkan 15 Kendaraan

Kepala Induk PJR Tol Cipularang Kompol Joko Prihantono mengatakan arus kendaraan dari Bandung menuju Jakarta sedang melambat ketika rangkaian kecelakaan terjadi. Sebuah traktor head dari belakang disebut kurang mengantisipasi kondisi arus di depannya dan kemudian menabrak pikap.

Tabrakan itu membuat pikap terdorong ke kendaraan berikutnya hingga kecelakaan melibatkan total 15 kendaraan. Seluruh lajur B arah Jakarta sempat tertutup sehingga penanganan kecelakaan berdampak langsung terhadap kelancaran lalu lintas.

Jasa Marga memberikan penjelasan yang sedikit berbeda mengenai pemicu awal. Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Agus Susilo menyebut truk diduga mengalami gangguan pengereman dan tidak terkendali sebelum menabrak 14 kendaraan di depannya.

Perbedaan istilah tersebut tidak berarti jumlah kendaraan berbeda. Keterangan bahwa truk menabrak 14 kendaraan di depannya sejalan dengan data polisi yang mencatat 15 kendaraan terlibat, karena truk pemicu merupakan satu kendaraan di luar 14 kendaraan yang ditabraknya.

Satu Sopir Truk Luka Berat

Dalam kecelakaan Cipularang KM 91 tersebut, satu orang mengalami luka berat. Korban merupakan sopir truk berinisial Agung asal Lebak yang dilaporkan mengalami patah kaki.

Tidak ada korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Sopir truk kemudian dibawa ke RS Abdul Rojak untuk mendapatkan penanganan medis, sementara kendaraan yang terlibat dievakuasi ke pool Jatiluhur.

Penanganan kecelakaan kemudian dilimpahkan kepada Unit Gakkum Satlantas Polres Purwakarta. Hingga data yang tersedia, belum ada penetapan tersangka yang dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan perkembangan pidana kasus tersebut.

KM 91–92 Merupakan Turunan Panjang

Lokasi kecelakaan berada di segmen Cipularang KM 91–92 arah Jakarta yang memiliki karakter turunan panjang. KNKT sebelumnya mengidentifikasi ruas KM 99 sampai KM 88 jalur B sebagai turunan panjang yang memiliki risiko tinggi bagi kendaraan berat.

Karakter jalan tersebut membuat kondisi sistem pengereman menjadi faktor keselamatan yang sangat penting, terutama ketika kendaraan berat bergerak menurun dalam kondisi lalu lintas yang berubah cepat. Namun, dugaan gangguan rem pada kecelakaan 7 Oktober 2026 tetap harus dibedakan dari kesimpulan teknis karena pemeriksaan penyebab belum final.

Jasa Marga menyatakan telah menyediakan jalur penyelamat darurat di KM 116+800, KM 92+600, dan KM 91+400 arah Jakarta. Fasilitas tersebut disediakan karena karakter kontur menurun dan adanya risiko kendaraan besar mengalami masalah pengereman di kawasan tersebut.

Riwayat Investigasi Menunjukkan Risiko di Ruas yang Sama

Risiko keselamatan di sekitar Cipularang KM 91–92 bukan temuan baru. Investigasi KNKT terhadap kecelakaan KM 92 pada 11 November 2024 menemukan truk trailer mengalami jackknifing, sementara kondisi drainase dan desain jalur penghentian darurat KM 92+600B juga menjadi bagian dari temuan investigasi.

Kecelakaan 2024 tersebut menewaskan satu orang, melukai empat orang secara berat, dan menyebabkan 25 orang mengalami luka ringan. Temuan itu menunjukkan bahwa persoalan keselamatan di segmen turunan panjang tidak hanya berkaitan dengan perilaku pengemudi, tetapi juga kondisi kendaraan dan karakteristik infrastruktur jalan.

Sebelumnya, kecelakaan juga tercatat di sekitar KM 91 pada 2012 dan 2017. Pada kedua kejadian tersebut terdapat dugaan kendaraan berat mengalami masalah hingga kehilangan kendali, meskipun kondisi masing-masing kecelakaan berbeda.

Evakuasi Menutup Seluruh Lajur Arah Jakarta

Besarnya jumlah kendaraan yang terlibat membuat proses evakuasi menjadi bagian penting dalam penanganan kecelakaan. Seluruh lajur B arah Jakarta sempat tertutup dan kendaraan penanganan dikirim melalui jalur berlawanan atau contraflow.

Jasa Marga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan dan mengimbau pengguna jalan menjaga jarak aman. Sementara itu, penyebab pasti kecelakaan masih menjadi bagian dari penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Purwakarta.