Cirebon, AkalMerdeka.id - Program rumah gratis yang digagas Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan yang Maha Esa (OPSHID FKYME) menyasar 59 penerima di berbagai daerah Indonesia. Pembangunan Rumah Layak Huni Shiddiqiyyah tersebut dimulai 21 September 2026 dan ditargetkan rampung sebelum Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, termasuk satu unit untuk Edi Rasidi di Kabupaten Cirebon.
Program ini dijalankan OPSHID dalam rangka memperingati semangat Sumpah Pemuda. Dari 59 penerima yang ditargetkan, sebanyak 58 penerima telah terdata dan tersebar di 50 kabupaten/kota pada 12 provinsi, mulai dari Lampung hingga Kalimantan.
Rumah Gratis untuk Edi Rasidi di Cirebon
Di wilayah Cirebon, penerima program rumah gratis tersebut adalah Edi Rasidi. Rumahnya berada di Jl Serbaguna RT 03 RW 04, Jadimulya, Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Edi dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan dan organisasi OPSHID Cirebon. Ia juga disebut konsisten menjalankan aktivitas sosial serta menanamkan kecintaan terhadap tanah air dalam kehidupan sehari-hari.
Pembangunan rumah untuk Edi menjadi bagian dari program yang tidak hanya berfokus pada penyediaan bangunan tempat tinggal. Rumah tersebut disiapkan hingga layak dihuni, termasuk pengisian perabotan setelah proses pembangunan selesai.
Dari Bongkar Rumah hingga Siap Huni Dikerjakan Gotong Royong
OPSHID mengerjakan seluruh tahapan pembangunan secara mandiri. Prosesnya dimulai dari survei rumah penerima, pembongkaran bangunan, pembangunan rumah, hingga pengisian perabotan agar hunian mencapai kondisi siap ditempati.
Seluruh proses tersebut dilakukan dengan semangat gotong royong. Biaya pembangunan maupun konsumsi selama pengerjaan juga ditanggung OPSHID sehingga penerima tidak dibebani biaya pembangunan.
Pola tersebut membuat program rumah gratis ini tidak berhenti pada pemberian bantuan material. Penerima mendapatkan rumah yang dipersiapkan sampai siap huni tanpa harus mengeluarkan biaya untuk proses pembangunannya.
58 Penerima Sudah Terdata di 50 Kabupaten dan Kota
Berdasarkan data Kesekretariatan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) OPSHID, sebanyak 58 dari 59 penerima Rumah Syukur telah terdata. Mereka tersebar di 50 kabupaten/kota pada 12 provinsi.
Sebarannya mencakup wilayah mulai dari Lampung hingga Kalimantan. Cakupan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak dipusatkan pada satu daerah, melainkan dilakukan di berbagai wilayah Indonesia.
Program ini berlangsung mulai 21 September hingga 28 Oktober 2026. Tenggat tersebut bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda yang menjadi momentum utama pelaksanaan pembangunan 59 unit rumah.
OPSHID Ingin Rumah Menjadi Aset untuk Generasi Berikutnya
Perwakilan DPP OPSHID, Mulyono, mengatakan pemberian rumah dipilih karena hunian merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Rumah juga dapat menjadi aset yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
"OPSHID memilih untuk membangun Indonesia dengan memberikan pembangunan rumah gratis bukan tanpa sebab. Rumah adalah salah satu kebutuhan dasar manusia, dan bisa diwariskan generasi ke generasi," jelas Mulyono.
Menurut dia, keberadaan rumah layak diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan hidup penerima sekaligus memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi keluarganya.
"Dengan memberikan rumah, harapan kami bisa memperbaiki kenyamanan hidup satu keluarga dan generasi selanjutnya. Serta dapat memutus rantai kemiskinan mereka," ujar Mulyono.
OPSHID menargetkan seluruh 59 unit Rumah Syukur selesai sebelum 28 Oktober 2026. Setelah pembangunan rampung, rumah-rumah tersebut direncanakan diresmikan dalam seremoni Tasyakkuran Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ke-98 di Ploso, Jombang, Jawa Timur.