Demo 27 Agustus di DPR, Empat Kelompok Siap Turun Aksi

AkalMerdeka.id – Sedikitnya empat kelompok masyarakat dan mahasiswa dijadwalkan menggelar demo 27 Agustus di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Mereka akan menyampaikan aspirasi dengan tuntutan berbeda, sementara Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta telah mengeluarkan peringatan terkait potensi demonstrasi dan gangguan lalu lintas di sejumlah lokasi.
Empat kelompok yang dijadwalkan turun dalam aksi tersebut adalah Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), dan Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).
Empat Kelompok Siap Gelar Demo 27 Agustus
Rencana aksi dipusatkan di depan Gedung DPR/MPR RI di Senayan, Jakarta Pusat. Kehadiran empat kelompok dengan latar belakang berbeda membuat demonstrasi tersebut membawa sejumlah agenda dan tuntutan yang tidak sama.
AMPB menjadi salah satu kelompok yang dijadwalkan menyampaikan aspirasi. Sebelumnya, kelompok masyarakat dari Pati tersebut telah berada di Jakarta dan menyatakan kedatangannya untuk mengawal aspirasi publik secara damai.
Koordinator AMPB Supriyono atau Mas Botok mengatakan massa dari Pati tidak datang untuk membuat kerusuhan. Mereka menyatakan kehadirannya ditujukan untuk mengawal aspirasi rakyat Indonesia.
“Warga Pati datang ke Jakarta ini tidak mau membuat kerusuhan ya. Warga Pati datang ke Jakarta ini mengawal aspirasi rakyat Indonesia,” ujar Botok saat ditemui di depan DPR RI, Jumat (21/8).
AMPB Bawa Tuntutan Pemberantasan Korupsi
Dalam demo 27 Agustus, AMPB membawa dua tuntutan utama kepada Presiden, pemerintah, dan anggota DPR RI. Mereka meminta pengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor serta hukuman mati bagi koruptor.
“Tuntutan kami itu hanya dua ya. Bapak Presiden, pemerintah, DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset Koruptor dan Hukuman Mati Koruptor. Karena kondisi bangsa ini lagi tidak baik-baik saja,” kata Botok.
Menurut Botok, korupsi dinilai menjadi persoalan yang merugikan bangsa, menciptakan kesenjangan sosial, dan mengancam masa depan Indonesia. Karena itu, tuntutan pemberantasan korupsi menjadi agenda utama AMPB dalam aksi tersebut.
Kedubes AS Ingatkan Potensi Gangguan Lalu Lintas
Rencana demonstrasi di kompleks parlemen juga mendapat perhatian Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Kedubes AS memperingatkan bahwa aksi protes berpotensi terjadi di sejumlah titik di Indonesia, termasuk Kompleks DPR/MPR di Senayan mulai pukul 10.00 WIB.
“Di Jakarta, aksi protes berpotensi terjadi di sejumlah titik, termasuk di Kompleks DPR/MPR (kompleks parlemen Indonesia) di Senayan, Jakarta Pusat, mulai pukul 10.00 pagi,” tulis Kedubes AS.
Peringatan tersebut juga menyebut adanya kemungkinan gangguan lalu lintas akibat sejumlah penutupan jalan. Informasi ini menjadi perhatian bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan Senayan karena pergerakan kendaraan dapat terdampak selama aksi berlangsung.
Kedubes AS turut meminta warga Amerika Serikat di Indonesia memperhatikan perkembangan situasi di lapangan. Imbauan tersebut diberikan karena demonstrasi yang awalnya direncanakan berlangsung damai tetap memiliki kemungkinan mengalami eskalasi.
“Setiap unjuk rasa, bahkan yang dimaksudkan untuk berlangsung damai, dapat meningkat eskalasinya dan berubah menjadi kekerasan,” tulis Kedubes AS.
Warga AS Diminta Hindari Area Demonstrasi
Dalam peringatannya, Kedubes AS meminta warga negaranya menghindari area demonstrasi, termasuk Kompleks DPR/MPR. Mereka juga diminta menjauhi kerumunan dan terus memantau pemberitaan mengenai perkembangan aksi.
Selain itu, warga AS di Indonesia diminta mengikuti instruksi aparat setempat apabila berada di sekitar lokasi demonstrasi. Imbauan tersebut dikeluarkan menjelang aksi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (27/8/2026).
Sementara itu, sedikitnya empat kelompok tetap dijadwalkan menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR/MPR RI. Selain AMPB, terdapat AMDB, GERAM, dan RMP4 yang masing-masing membawa tuntutan berbeda dalam aksi tersebut.





