Harga Avtur Melonjak, 8 Maskapai Pangkas Ribuan Penerbangan dan Naikkan Tarif

Harga Avtur Melonjak, 8 Maskapai Pangkas Ribuan Penerbangan dan Naikkan Tarif
Pesawat Batik Air

AkalMerdeka.id – Lonjakan harga avtur akibat konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran memaksa sedikitnya delapan maskapai memangkas penerbangan, menangguhkan rute, serta menaikkan tarif sejak Maret 2026. Scandinavian Airlines dan Air New Zealand saja mengurangi sekitar 2.100 penerbangan, sedangkan United Airlines memangkas kapasitas pada jadwal yang kurang menguntungkan.

Tekanan tidak hanya terjadi di Eropa dan Amerika Serikat. Vietnam Airlines, AirAsia X, Japan Airlines, All Nippon Airways, serta Batik Air Malaysia juga menyesuaikan operasi karena biaya bahan bakar dan pasokan avtur menjadi lebih sulit diprediksi.

8 Maskapai Pangkas Penerbangan saat Harga Avtur Melonjak

MaskapaiLangkah yang DiambilPeriode Utama
Scandinavian AirlinesMembatalkan sekitar 1.000 penerbangan dan menaikkan tarifApril 2026
United AirlinesMemangkas sekitar 5 persen kapasitas yang direncanakanKuartal II dan III 2026
Vietnam AirlinesMenangguhkan 7 rute domestik dan 23 penerbangan per pekanMulai 1 April 2026
Air New ZealandMengurangi sekitar 1.100 penerbangan, lalu kembali menggabungkan jadwalMaret–Juni 2026
AirAsia XMenaikkan tarif dan biaya tambahan bahan bakar serta memangkas kapasitasApril 2026
Japan AirlinesMenaikkan biaya tambahan bahan bakar penerbangan internasionalMei–Juni 2026
All Nippon AirwaysMenaikkan biaya tambahan bahan bakar penerbangan internasionalMei–Juni 2026
Batik Air MalaysiaMengurangi 35 persen penerbangan berjadwalParuh pertama April 2026
Baca Juga :  Perpres 26/2026 Terbit, Mengapa Pemerintah Tunjuk Lemigas Impor Minyak dan Bukan Pertamina?

SAS Batalkan 1.000 Penerbangan

Scandinavian Airlines atau SAS membatalkan sekitar 1.000 penerbangan pada April 2026 setelah sebelumnya mengurangi ratusan jadwal pada Maret. Pemangkasan terutama menyasar penerbangan jarak pendek di kawasan Nordik yang memiliki beberapa jadwal dalam sehari.

SAS juga menaikkan harga tiket untuk menutup sebagian lonjakan biaya bahan bakar. Maskapai menyebut harga avtur sempat meningkat dua kali lipat dalam waktu sekitar 10 hari ketika konflik mengganggu pasar energi dan jalur pasokan.

United Pangkas Jadwal Sepi

Pesawat United Airlines
Pesawat United Airlines

United Airlines mengurangi sekitar 5 persen dari kapasitas yang sebelumnya direncanakan sepanjang 2026. Penerbangan malam, jadwal di luar jam sibuk, serta layanan pada hari dengan permintaan rendah menjadi sasaran utama efisiensi.

CEO United Scott Kirby memperkirakan biaya bahan bakar tahunan dapat bertambah hingga 11 miliar dolar AS jika harga minyak bertahan pada level tinggi. Angka itu merupakan skenario risiko, bukan tambahan biaya yang sudah pasti terjadi.

Vietnam Airlines Hentikan 7 Rute Domestik

Vietnam Airlines menangguhkan tujuh rute domestik mulai 1 April dan membatalkan 23 penerbangan setiap pekan. Maskapai memprioritaskan jalur yang dinilai penting untuk konektivitas nasional, perdagangan, pariwisata, dan perjalanan antardaerah.

Baca Juga :  B50 Mulai 1 Juli, RI Klaim Hemat Devisa Rp 157 Triliun

Vietnam menghadapi tekanan lebih besar karena mengimpor lebih dari dua pertiga kebutuhan avturnya. Sekitar 60 persen pasokan impor tersebut berasal dari China dan Thailand, membuat maskapai lebih rentan ketika negara pemasok membatasi ekspor.

Air New Zealand Kurangi Lebih dari 1.000 Penerbangan

Air New Zealand memangkas sekitar 1.100 penerbangan atau 5 persen dari jadwalnya hingga awal Mei. Penyesuaian berfokus pada rute domestik dan regional dengan jumlah penumpang lebih sedikit.

Maskapai kemudian kembali menggabungkan sejumlah jadwal pada Mei dan Juni serta menaikkan harga tiket. Penggabungan memungkinkan penumpang dialihkan ke penerbangan lain tanpa harus menghentikan seluruh layanan ke suatu destinasi.

AirAsia X Naikkan Tarif hingga 40 Persen

Pesawat AirAsia
Pesawat Air Asia

AirAsia X menaikkan harga tiket sekitar 31–40 persen dan biaya tambahan bahan bakar sekitar 20 persen pada April. Maskapai juga memangkas sekitar 10 persen penerbangan, terutama pada rute yang tidak mampu menutup kenaikan biaya avtur.

“Kami kurangi rute di mana kami rasa tidak bisa menutup biaya bahan bakar,” kata pendiri AirAsia Tony Fernandes.

Kebijakan tersebut tidak selalu bersifat permanen. AirAsia X mulai menurunkan kembali tarif secara bertahap sejak pertengahan Juni ketika harga avtur mereda, meski masih lebih tinggi dibanding sebelum konflik.

Baca Juga :  39 Istilah Saham yang Wajib Dipahami Investor Pemula

JAL dan ANA Lipat Gandakan Biaya Tambahan

Japan Airlines dan All Nippon Airways menaikkan biaya tambahan bahan bakar pada penerbangan internasional yang dipesan untuk periode Mei dan Juni. Pada rute Jepang menuju Amerika Utara dan Eropa, biaya JAL naik dari 29.000 yen menjadi 56.000 yen, sedangkan ANA menaikkannya dari 31.900 yen menjadi 56.000 yen.

Kenaikan tersebut berlaku pada komponen biaya bahan bakar, bukan berarti harga keseluruhan tiket otomatis menjadi dua kali lipat. Jumlah akhir yang dibayar penumpang tetap dipengaruhi tarif dasar, rute, kelas kabin, pajak, dan waktu pemesanan.

Batik Air Malaysia Pangkas 35 Persen Jadwal

Batik Air Malaysia mengurangi 35 persen penerbangan berjadwal pada paruh pertama April. Perusahaan lebih banyak mengurangi frekuensi daripada menghapus destinasi secara penuh.

Maskapai juga menawarkan cuti tanpa gaji secara sukarela kepada karyawan sebagai bagian dari penghematan. Langkah ini memperlihatkan bahwa kenaikan avtur tidak hanya berdampak pada penumpang, tetapi juga pada tenaga kerja dan rencana ekspansi maskapai.

Pemangkasan ribuan penerbangan dapat membuat pilihan waktu terbang semakin sempit, terutama pada rute pendek, jadwal malam, dan kota dengan permintaan rendah. Penumpang perlu memeriksa kembali jadwal menjelang keberangkatan karena maskapai dapat menggabungkan penerbangan atau memindahkan penumpang ke jam lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *