35.476 Pengelola KDMP dan KNMP Ikut Latsarmil Komcad

AkalMerdeka.id – Sebanyak 35.476 calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) akan mengikuti latsarmil Komcad selama 45 hari. Pelatihan itu digelar di 67 satuan TNI yang tersebar di seluruh Indonesia.
Peserta terdiri atas 30.000 calon manajer KDMP dan 5.476 calon manajer KNMP. Program ini menjadi salah satu syarat sebelum mereka menjalankan tugas mengelola koperasi desa dan kampung nelayan.
Latsarmil Komcad KDMP Diikuti 35.476 Peserta
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan peserta akan mendapat pembekalan kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama tim, integritas, pengabdian, dan etos kerja.
“Melalui latsarmil Komcad, peserta dibekali ilmu dan nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, integritas, semangat pengabdian, serta etos kerja yang kuat,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.
Menurut Rico, materi tersebut dibutuhkan untuk memperkuat kepemimpinan, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan peserta. Mereka juga akan menerima materi manajerial dan kompetensi bidang yang disusun bersama kementerian teknis terkait.
| Rincian | Keterangan |
|---|---|
| Total peserta | 35.476 orang |
| Calon pengelola KDMP | 30.000 orang |
| Calon pengelola KNMP | 5.476 orang |
| Durasi pelatihan | 45 hari |
| Lokasi | 67 satuan TNI di seluruh Indonesia |
Pelatihan Dibagi Disiplin dan Manajerial
Rico menjelaskan pelatihan akan berlangsung dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah pelatihan kedisiplinan selama 30 hari, kemudian dilanjutkan pelatihan manajerial selama 15 hari.
“Pelatihan kedisiplinan dilaksanakan selama 30 hari dan dilanjutkan dengan pelatihan manajerial selama 15 hari,” ujarnya.
Pola ini menunjukkan bahwa latsarmil Komcad KDMP tidak hanya diarahkan untuk membentuk karakter kedisiplinan. Peserta juga tetap dibekali kemampuan teknis agar mampu mengelola unit ekonomi desa dan kampung nelayan.
Bagi pemerintah, kombinasi disiplin dan manajerial menjadi penting karena KDMP dan KNMP akan berhubungan langsung dengan pelayanan ekonomi masyarakat. Pengelola perlu memahami administrasi, kerja tim, tanggung jawab, dan tata kelola dasar.
Mengapa Calon Pengelola Ikut Komcad?
Kebijakan ini bisa memunculkan pertanyaan publik karena calon pengelola koperasi dan kampung nelayan mengikuti pelatihan dasar kemiliteran. Kemhan menempatkannya sebagai pembentukan karakter, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan sebelum peserta bekerja di lapangan.
Rangkaian pelatihan tersebut juga menjadi syarat bagi peserta sebelum bertugas di KDMP dan KNMP. Dengan jumlah peserta yang besar, pelaksanaan di 67 satuan TNI diperlukan agar pelatihan berjalan serentak dan menjangkau banyak daerah.
Dampak terdekatnya ada pada kesiapan sumber daya manusia untuk program ekonomi berbasis desa dan pesisir. Jika pelatihan berjalan efektif, pengelola diharapkan lebih siap menangani administrasi, pelayanan, dan koordinasi kelembagaan.
Namun tantangan tetap ada setelah pelatihan selesai. Kinerja KDMP dan KNMP akan ditentukan oleh kemampuan pengelola menerapkan disiplin, menjaga integritas, dan mengubah pelatihan 45 hari menjadi tata kelola yang nyata di lapangan.





