Chatib Basri Ramai Dikaitkan Jadi Menkeu, Istana Bantah Isu Gantikan Purbaya

Chatib Basri Ramai Dikaitkan Jadi Menkeu, Istana Bantah Isu Gantikan Purbaya

AkalMerdeka.id – Nama ekonom senior Muhamad Chatib Basri mendadak ramai diperbincangkan di media sosial Threads setelah muncul spekulasi bahwa ia berpeluang menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan. Isu tersebut menguat di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus Rp18.000 per dolar AS pada Kamis (4/6/2026).

Meski perbincangan terus meluas di media sosial, pemerintah menegaskan tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan. Bantahan datang langsung dari Purbaya maupun pihak Istana.

Benarkah Chatib Basri Akan Menggantikan Purbaya?

Hingga saat ini, tidak ada keputusan resmi mengenai pergantian Menteri Keuangan.

Purbaya Yudhi Sadewa membantah kabar yang menyebut dirinya akan dicopot dari jabatan Menteri Keuangan. Pernyataan serupa disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang menegaskan tidak ada agenda reshuffle untuk posisi tersebut.

Dengan demikian, isu yang beredar di media sosial masih sebatas spekulasi dan belum didukung pengumuman resmi pemerintah.

Bagaimana Isu Pergantian Menteri Keuangan Muncul?

Perbincangan bermula dari berbagai unggahan warganet di Threads yang mengaitkan kondisi ekonomi terkini dengan kemungkinan perubahan di Kementerian Keuangan.

Baca Juga :  Nanik S. Deyang Jadi Kepala BGN, Kontroversi Lama Kembali Disorot

Sejumlah pengguna mempertanyakan apakah Chatib Basri benar-benar akan menggantikan Purbaya. Ada pula yang membandingkan kemampuan keduanya dalam mengelola kebijakan ekonomi nasional.

Salah satu unggahan yang ramai dibahas berbunyi:

“ini serius menkeu Purbaya mau diganti sama Chatib Basri???? Lebih baik, sama atau bahkan lebih buruk guys?”

Unggahan lain mempertanyakan kepastian kabar tersebut.

“Jadi Pak Purbaya diganti Chatib Basri udah official nih?”

Meningkatnya diskusi tersebut bertepatan dengan tekanan terhadap rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS, sehingga memicu perhatian lebih besar dari publik terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.

Purbaya dan Istana Kompak Membantah

Menanggapi kabar yang beredar, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan isu tersebut tidak benar.

“Enggak benar lah,” kata Purbaya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (4/6/2026).

Pernyataan itu diperkuat oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

“Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau juga. Tidak ada. Tidak ada rencana pergantian,” kata Prasetyo.

Sampai saat ini, pemerintah belum mengeluarkan pengumuman mengenai perubahan susunan kabinet yang berkaitan dengan posisi Menteri Keuangan.

Baca Juga :  Analisis Intelektual dan Jejak Kebijakan Prof. Juwono Sudarsono (1942–2026)

Siapa Chatib Basri?

Muhamad Chatib Basri merupakan ekonom senior yang memiliki pengalaman panjang di bidang kebijakan ekonomi, investasi, dan keuangan negara.

Lahir di Jakarta pada 22 Agustus 1965, ia menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Indonesia sebelum melanjutkan studi Master of Economic Development dan Doctor of Philosophy (Ph.D) bidang ekonomi di The Australian National University.

Dalam karier pemerintahan, Chatib Basri pernah menjabat sebagai:

  • Anggota Tim Penasihat Tim Nasional Perundingan Perdagangan Internasional Indonesia (2005–2012)
  • Staf Khusus Menteri Keuangan (2006–2010)
  • Wakil Menteri Keuangan untuk G20 (2006–2010)
  • Sherpa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada KTT G20 tahun 2008
  • Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (2010–2012)
  • Kepala BKPM (2012–2013)
  • Menteri Keuangan RI (2013–2014)

Di luar pemerintahan, Chatib Basri juga pernah menjadi Komisaris Utama Bank Mandiri dan Presiden Komisaris XL Axiata. Saat ini ia tercatat sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 2024.

Mengapa Nama Chatib Basri Mudah Menarik Perhatian?

Chatib Basri termasuk salah satu ekonom Indonesia yang dikenal luas baik di kalangan akademisi, pelaku usaha, maupun pembuat kebijakan.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Gunakan APBN Sebagai Peredam Gejolak Harga Minyak Dunia

Pengalamannya sebagai mantan Menteri Keuangan membuat namanya sering muncul dalam diskusi publik ketika isu ekonomi menjadi perhatian utama. Apalagi saat pasar menghadapi tekanan atau muncul kekhawatiran terhadap kondisi makroekonomi.

Namun, popularitas dan rekam jejak seseorang tidak otomatis menjadi indikator adanya pergantian jabatan di kabinet. Dalam sistem pemerintahan, keputusan mengenai reshuffle tetap berada di tangan presiden dan biasanya diumumkan secara resmi melalui jalur pemerintah.

Bilal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *