Data BNPB Ungkap 962 Korban Tewas, Pemerintah Evaluasi Penanganan Bencana

akalmerdeka.id — BNPB merilis data terbaru yang mencatat 962 kematian akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga Selasa (9/12). Sebanyak 291 warga masih hilang dan lebih dari 5.000 orang mengalami luka-luka. Data ini menunjukkan skala dampak yang signifikan dan membutuhkan penanganan berbasis analisis risiko.
Di Aceh tercatat 389 korban meninggal, sementara di Sumatera Utara 338 orang dan Sumatera Barat 235 orang. Hampir satu juta warga mengungsi, menunjukkan tekanan besar pada sistem sosial dan logistik daerah terdampak.
BNPB melaporkan lebih dari 157 ribu rumah rusak dan kerusakan masif pada infrastruktur publik, termasuk ratusan jembatan, fasilitas pendidikan, ibadah, serta layanan kesehatan.
Analisis Kerusakan Lahan Pertanian
Dalam rapat terbatas di Aceh Besar, Ahad (7/12), Presiden Prabowo Subianto menyatakan kerusakan sawah dan irigasi menjadi salah satu faktor kritis pemulihan.
“Saya dapat laporan kondisi memang cukup memprihatinkan,” ujarnya dalam siaran Sekretariat Presiden.
Kerusakan irigasi diperkirakan berdampak jangka panjang pada produksi pangan kawasan.
Evaluasi Respons Pemerintah
Prabowo menilai koordinasi lintas lembaga berjalan cepat namun tetap terhambat kondisi alam.
“Respons kita masif, tetapi tantangan cuaca perlu diantisipasi,” katanya.




