Adhie Massardi: Konflik PBNU Bukan Lagi Ideologis, Melainkan Finansial

Adhie Massardi: Konflik PBNU Bukan Lagi Ideologis, Melainkan Finansial

akalmerdeka.id – Evaluasi kritis disampaikan mantan juru bicara Gus Dur, Adhie Massardi, ketika ia menegaskan bahwa konflik internal PBNU pada Minggu (30/11/2025) tidak lagi berlandaskan akidah politik, melainkan berpusat pada motif finansial. Ia menyatakan pergeseran tersebut menunjukkan perubahan struktur konflik yang fundamental.

Menurut Adhie, perdebatan ideologis yang dulu menjadi energi organisasi seperti arah kembali ke khittah dan respons terhadap kebijakan azas tunggal kini digantikan isu tambang dan dugaan penyalahgunaan dana. “Sekarang, konflik dipicu persoalan uang,” ujarnya.

Dalam kerangka analitis, pernyataan Adhie menyoroti erosi orientasi nilai di tubuh organisasi. Ketika publik tidak lagi memperlihatkan reaksi keras terhadap dinamika elit, ia menilai hal itu merupakan indikator penurunan relevansi sosial. “NU dianggap tidak lagi memberi manfaat nyata,” katanya.

Adhie menjelaskan bahwa ketegangan di PBNU bukan hanya menyangkut struktur Tanfidziyah, tetapi juga menyentuh ranah Syuriah. Ia merujuk pada sorotan terhadap posisi Gus Yahya dan keterlibatan nama Gus Ipul dalam diskursus internal. Variasi perbedaan itu, menurutnya, memiliki satu benang merah: kepentingan finansial.

Baca Juga :  KPK Jadwalkan Pemeriksaan Ulang Yaqut Terkait Kuota Haji

Ia juga menggarisbawahi bahwa pemerintah tidak memiliki dorongan kuat untuk ikut menyelesaikan konflik karena tidak melihat signifikansi langsung terhadap tata kelola negara. “NU hanya menarik ketika musim elektoral,” tegasnya.

Secara kausalitas, Adhie menilai konflik finansial yang tidak ditangani berpotensi menggerus legitimasi moral organisasi. Ia menutup analisisnya dengan memperingatkan perlunya pemulihan orientasi nilai dalam tubuh NU agar fungsi sosial-historisnya tidak terkikis. (*)

Bilal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *