Rumah Syukur Shiddiqiyyah Dibangun di Tasikmalaya, Wujud Nyata Kepedulian Sosial OPSHID

akalmerdeka.id – Program rumah syukur shiddiqiyyah kembali direalisasikan Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (DPD Opshid) Front Ketuhanan Yang Maha Esa. Pembangunan rumah layak huni ini digelar bertepatan dengan momentum peringatan Sumpah Pemuda serta lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Kegiatan pembangunan Rumah Syukur kali ini dilaksanakan di wilayah Warung Jajar, Kecamatan Tawang Banteng, Kabupaten Tasikmalaya, sebagai bagian dari komitmen sosial Pemuda Shiddiqiyyah dalam membantu masyarakat kurang mampu.
Dua Unit Rumah Syukur Shiddiqiyyah Dibangun Tahun 2025
Ketua DPD Opshid Tasikmalaya, Aris, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pihaknya membangun dua unit rumah syukur shiddiqiyyah. Masing-masing unit berada di wilayah Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya.
“Tahun ini kami membangun dua unit. Satu di wilayah Kota Tasikmalaya, dan hari ini kami laksanakan pembangunan di Warung Jajar, Tawang Banteng,” ujar Aris kepada wartawan, Minggu (21/12/2025).
Ia menjelaskan, pembangunan dilakukan dengan cara meratakan bangunan lama yang sudah tidak layak, lalu membangun pondasi baru agar rumah aman dan nyaman untuk dihuni. Secara nasional, program rumah syukur shiddiqiyyah telah membangun sebanyak 98 unit rumah di berbagai daerah di Indonesia.
“Di setiap kota atau kabupaten yang terdapat Pemuda Shiddiqiyyah, kami berupaya membangun Rumah Syukur. Ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus penutup rangkaian kegiatan tahun ini,” jelasnya.
Aris menegaskan, seluruh proses pembangunan rumah syukur shiddiqiyyah bersifat partisipatif, murni dari anggota Pemuda Shiddiqiyyah tanpa melalui penyebaran proposal bantuan.
“Kami tidak pernah menyebarkan proposal. Namun, partisipasi selalu ada di setiap daerah. Seperti pembangunan di Kota Tasikmalaya sebelumnya, kami juga mendapat dukungan dari Bapak Kapolres,” ungkapnya.
Untuk satu unit Rumah Syukur, anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp100 juta. Khusus di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Opshid tercatat telah membangun total lima unit Rumah Syukur.
Apresiasi juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya atas kontribusi Pemuda Shiddiqiyyah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengucapkan terima kasih kepada Pemuda Shiddiqiyyah, karena keterbatasan pemerintah membuat tidak semua masyarakat bisa terjangkau,” kata Camat Sukaratu, Mamat.

Kisah Haru Komariah, Penerima Rumah Syukur Shiddiqiyyah
Di balik pembangunan rumah syukur shiddiqiyyah tersebut, tersimpan kisah haru Komariah (78), warga penerima manfaat yang selama puluhan tahun tinggal di rumah nyaris roboh.
Komariah menceritakan, rumah yang ia tempati dibangun sejak tahun 1983. Seiring bertambahnya usia bangunan, kondisi rumah semakin memprihatinkan. Atap sering bocor, dinding rapuh, dan setiap musim hujan air masuk hingga menyebabkan genangan di dalam rumah.
“Sudah lama rumah ini rusak, hampir runtuh. Bocor terus, kalau hujan air masuk semua. Sedih pisan,” tutur Komariah dengan suara bergetar.
Dengan keterbatasan ekonomi, ia mengaku tak pernah mampu memperbaiki rumahnya secara layak. Selama ini, Komariah hanya bertahan dengan perbaikan seadanya, bahkan menggunakan penyangga bambu agar rumah tidak roboh.
“Kebutuhan sehari-hari juga sering dibantu tetangga atau saudara. Saya cuma bisa pasrah dan berdoa,” ujarnya.
Doa tersebut akhirnya terjawab. Tanpa pernah mengajukan permohonan bantuan, tim dari DPD Opshid datang melakukan survei ke rumahnya. Momen itu menjadi titik balik yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
“Tiba-tiba ada yang datang ke rumah, lihat-lihat kondisi, katanya mau bantu. Saya benar-benar tidak menyangka,” ucapnya sambil menahan haru.
Kini, rumah Komariah telah dibangun ulang dengan pondasi yang kuat dan kondisi yang layak huni. Bagi dirinya, rumah syukur shiddiqiyyah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan harapan baru untuk menjalani hari tua dengan rasa aman.
“Saya bersyukur sekali. Terima kasih sudah peduli. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah,” pungkasnya. (***)





