Pohon Tertinggi Asia Timur Ditemukan di Taiwan, Usianya Diperkirakan 1.000 Tahun
AkalMerdeka.id – Tim ilmuwan gabungan menemukan pohon tertinggi di Asia Timur yang tersembunyi di sebuah lembah terpencil di Taiwan. Pohon jenis konifer raksasa (Taiwania cryptomerioides) itu memiliki tinggi 84,1 meter dan diperkirakan telah bertahan selama sekitar 1.000 tahun, menjadikannya salah satu organisme tertua dan paling mengesankan di kawasan tersebut.
Penemuan yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Frontiers in Forests and Global Change ini merupakan hasil pencarian hampir satu dekade oleh komunitas pemburu pohon Taiwan yang terdiri dari pemanjat pohon profesional, ahli ekologi, geolog, hingga spesialis pengindraan jauh.
Pohon Tertinggi Asia Timur Diberi Nama “Heaven Sword”
Pohon tertinggi Asia Timur ini diberi nama “Heaven Sword of the Da’an River”. Nama tersebut terinspirasi dari senjata legendaris dalam novel silat karya penulis terkenal, Jin Yong.
Di kalangan masyarakat adat Rukai yang telah lama mendiami pegunungan selatan Taiwan, spesies pohon ini memiliki sebutan yang lebih puitis, yakni “pohon yang menabrak Bulan”. Julukan itu muncul karena puncaknya yang menjulang tinggi hingga tampak seolah menyentuh langit malam.
Sebagai perbandingan, pohon tertinggi di dunia saat ini adalah Hyperion di California, Amerika Serikat, dengan ketinggian sekitar 116 meter.
Pencarian Hampir Satu Dekade di Tengah Hutan Raksasa Taiwan
Menemukan pohon tertinggi Asia Timur bukanlah pekerjaan sederhana. Taiwan memiliki salah satu kawasan hutan paling kaya di Asia.
Berdasarkan studi yang dirujuk peneliti, sekitar 60 persen wilayah Taiwan masih tertutup hutan. Jumlah pohonnya diperkirakan mencapai 950 juta batang, sehingga menemukan satu pohon raksasa di antara jutaan pohon lainnya menjadi tantangan besar.
Proses verifikasi akhirnya dilakukan melalui ekspedisi lapangan pada awal 2023. Tim ilmuwan harus menempuh perjalanan ekstrem, termasuk berenang lebih dari 20 kilometer dan mendaki pegunungan selama beberapa hari untuk mencapai lokasi pohon tersebut.
“Di lapangan, kami menggunakan drone untuk memeriksa pohon yang akan dipanjat sebelum memanjatnya,” ujar penulis utama studi Rebecca Chia-Chun Hsu.
Meski teknologi drone digunakan untuk membantu pengamatan awal, tim tetap mengandalkan metode pengukuran langsung menggunakan pita ukur untuk memperoleh data tinggi yang paling akurat.
Mengapa Pohon Berusia 1.000 Tahun Ini Penting?
Penemuan pohon tertinggi Asia Timur tidak hanya menambah catatan ilmiah tentang keanekaragaman hayati Taiwan. Pohon raksasa seperti Heaven Sword juga memiliki fungsi ekologis yang sangat besar.
Menurut Hsu, pohon-pohon berukuran besar berperan sebagai penyerap karbon alami dalam jumlah besar. Semakin besar ukuran pohon, semakin besar pula kemampuannya menyimpan karbon yang sebelumnya berada di atmosfer dalam bentuk karbon dioksida.
Kemampuan tersebut menjadikan hutan tua sebagai salah satu benteng alami dalam menghadapi perubahan iklim global.
Selain menyimpan karbon, pohon raksasa juga membentuk struktur hutan yang kompleks dan menyediakan habitat bagi banyak organisme lain yang bergantung pada ekosistem hutan tua.
“Di samping nilai karbonnya, pohon-pohon besar berkontribusi pada kompleksitas struktural dan keanekaragaman fungsional hutan, sekaligus menyediakan habitat kritis bagi organisme lain,” kata Lalasia Bialic-Murphy dari Swiss Federal Research Institute WSL.
Bukti Ketahanan Alam yang Kini Menghadapi Ancaman
Keberadaan pohon yang mampu bertahan selama satu milenium menunjukkan daya tahan luar biasa terhadap perubahan lingkungan selama ratusan tahun.
Namun, penelitian terbaru juga mengingatkan bahwa pohon-pohon tinggi termasuk organisme yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Kekeringan berkepanjangan, badai yang semakin kuat, hingga tanah longsor akibat curah hujan ekstrem dapat mengancam keberlangsungan pohon-pohon raksasa tersebut.
Ancaman itu menjadi semakin serius karena berbagai penelitian menunjukkan lebih dari 30 persen spesies pohon di dunia kini menghadapi risiko kepunahan yang tinggi.
Penemuan Heaven Sword karena itu bukan sekadar pencapaian ilmiah. Pohon tertinggi Asia Timur ini juga menjadi pengingat bahwa hutan tua masih menyimpan kekayaan alam yang luar biasa, sekaligus menunjukkan betapa pentingnya upaya konservasi untuk menjaga ekosistem yang telah bertahan selama ribuan tahun.





