Hotman Paris Dampingi Raffi Ahmad soal Kasus Blueray Cargo, Ini Duduk Perkaranya

AkalMerdeka.id – Advokat senior Hotman Paris Hutapea mengaku diminta Raffi Ahmad untuk memberikan pendampingan hukum setelah nama selebritas sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni itu dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi importasi barang PT Blueray Cargo. Hotman menyebut Raffi merasa difitnah dan berencana memberikan penjelasan dalam konferensi pers pada Kamis (11/6).
Pernyataan tersebut muncul di tengah perhatian publik terhadap kasus Blueray Cargo yang tengah disidangkan. Perkara itu sendiri berkaitan dengan dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dengan nilai dugaan suap dan gratifikasi yang disebut mencapai Rp 61,3 miliar.
Hotman Paris Sebut Raffi Ahmad Minta Pendampingan Hukum
Hotman Paris mengungkapkan bahwa dirinya menerima permintaan langsung dari Raffi Ahmad untuk memberikan bantuan hukum terkait isu yang beredar di ruang publik.
“Raffi Ahmad telepon saya, minta pendampingan hukum melawan semua yang telah memfitnah dia, ya, katanya nama dia disebut-sebut dalam sidang, sidang soal Blueray Cargo import,” kata Hotman dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya.
Menurut Hotman, muncul narasi yang mengaitkan Raffi dengan perkara korupsi tersebut tanpa dasar yang jelas. Karena itu, ia menilai perlu ada klarifikasi langsung agar informasi yang beredar tidak berkembang menjadi kesimpulan yang keliru.
Hotman Ungkap Kehadiran Sejumlah Selebritas di New York
Dalam video lain, Hotman menjelaskan bahwa Raffi Ahmad tidak sendirian saat berada di New York, Amerika Serikat. Ia menyebut ada sejumlah figur publik lain yang juga berada dalam pertemuan tersebut.
“Orang-orang yang ada di tempat tersebut pada waktu itu, waktu makan di Awang Kitchen di New York City adalah ada nama Ariel Noah, ada nama Desta, dan Gading Martin. Waktu itu mereka mengunjungi Awang Kitchen, satu restoran populer di New York, Amerika Serikat,” ujar Hotman.
Ia mempertanyakan mengapa nama Raffi Ahmad menjadi pihak yang paling banyak disorot dalam isu yang berkembang, sementara ada sejumlah tokoh lain yang disebut berada di lokasi yang sama.
“Tapi, kok tiba-tiba nama Raffi Ahmad oleh para oknum yang tidak suka, malah dia diviralkan, diviralkan, dibuat nistaan bahwa seolah-olah Raffi Ahmad terlibat dalam skandal impor Blueray Cargo,” lanjutnya.
Konferensi Pers Dijadwalkan Kamis
Hotman belum menjelaskan secara rinci langkah hukum yang akan ditempuh. Namun, ia memastikan akan hadir bersama Raffi Ahmad dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (11/6) di Jakarta.
“Ketemu hari Kamis jam 02.00 siang di tempat yang akan ditentukan, Hotman dan Raffi Ahmad akan melakukan konferensi pers di Jakarta,” kata Hotman.
Konferensi pers tersebut diperkirakan menjadi momentum bagi Raffi untuk menjelaskan posisinya terkait isu yang berkembang setelah persidangan kasus Blueray Cargo.
Apa Itu Kasus Blueray Cargo?
Kasus Blueray Cargo merupakan perkara dugaan korupsi importasi barang yang saat ini tengah diproses di pengadilan. Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terungkap adanya dugaan pertemuan antara sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan pengusaha kargo pada Juli 2025.
Pertemuan tersebut diduga menjadi bagian dari upaya mengondisikan pemeriksaan barang impor agar terhindar dari pengawasan ketat di pelabuhan.
Jaksa juga mengungkap dugaan manipulasi sistem informasi kepabeanan. Modus yang disebut dalam dakwaan bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan dugaan pengubahan parameter sistem pemindai barang sehingga komoditas tertentu dapat melewati jalur pemeriksaan dengan lebih mudah.
Selain itu, perkara ini turut memuat dugaan gratifikasi fasilitas mewah dan suap dalam mata uang asing dengan total nilai sekitar Rp 61,3 miliar.
“PT BR ingin supaya barang-barang yang di bawah naungannya tidak dilakukan pengecekan, sehingga bisa lancar melewati pemeriksaan,” ujar Plt Deputi Penindakan KPK Asep Guntur Rahayu pada 5 Februari 2026.
Polemik Nama Selebritis Dalam Kasus Korupsi
Kasus korupsi bernilai besar sering memunculkan perhatian publik yang luas, termasuk ketika nama figur terkenal ikut disebut dalam percakapan publik. Namun, dari sudut pandang hukum, penyebutan nama seseorang dalam rumor, unggahan media sosial, atau spekulasi publik tidak otomatis menunjukkan keterlibatan dalam tindak pidana.
Karena itu, publik perlu membedakan antara informasi yang telah tercantum dalam dokumen resmi penegak hukum dengan informasi yang masih berupa dugaan atau narasi yang berkembang di luar proses hukum.
Rencana konferensi pers Raffi Ahmad dan Hotman Paris diperkirakan akan menjadi salah satu langkah untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul terkait polemik tersebut sekaligus memperjelas posisi Raffi dalam kasus yang sedang menjadi sorotan publik.





