Presiden Iran Masoud Pezeshkian Gugat Logika Perang Proksi Amerika Serikat

Presiden Iran Masoud Pezeshkian Gugat Logika Perang Proksi Amerika Serikat

akalmerdeka.id — Presiden Iran Masoud Pezeshkian meluncurkan serangan diplomatik intelektual melalui surat terbuka yang ditujukan langsung kepada rakyat Amerika Serikat pada Rabu, 1 April 2026.

Langkah ini merupakan anomali politik luar negeri Iran yang biasanya tertutup, kini justru memilih berkomunikasi tanpa perantara pemerintah untuk membongkar narasi perang.

Pezeshkian menyoroti bagaimana kebijakan luar negeri Washington saat ini telah terkooptasi oleh kepentingan asing yang justru merugikan warga negara Amerika sendiri.

Surat ini muncul sebagai kontra-narasi terhadap “Operation Epic Fury”, operasi militer gabungan AS-Israel yang telah mengguncang stabilitas Teheran sejak akhir Februari.

Dalam argumennya, Pezeshkian menggugat apakah retorika “America First” milik Donald Trump benar-benar melayani kepentingan publik AS atau sekadar delusi proksi.

Ia mengundang intelektual dan warga AS untuk melihat melampaui mesin misinformasi yang menyamarkan agresi militer sebagai upaya pertahanan keamanan nasional.

“Bukankah sudah jelas bahwa Israel sekarang bertujuan untuk berperang melawan Iran hingga tentara Amerika terakhir dan dolar pembayar pajak Amerika terakhir?” — tulis Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, di platform X, 1 April 2026.

Baca Juga :  Rasionalitas Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Pasca-Eskalasi Iran

Kritik Atas Kegagalan Diplomasi Nuklir

Pezeshkian secara tajam mengkritik keputusan sepihak AS yang meninggalkan meja perundingan nuklir saat Iran justru sedang memenuhi seluruh komitmen internasionalnya.

Ia menilai keputusan untuk menarik diri dari kesepakatan dan memilih konfrontasi adalah pilihan destruktif yang didorong oleh pengaruh eksternal yang tidak sah.

Presiden Iran yang dikenal moderat ini menekankan bahwa sejarah modern Iran tidak pernah mencatat adanya upaya kolonialisme, agresi, maupun dominasi wilayah.

Baginya, konflik ini bukan tentang ancaman nuklir objektif, melainkan upaya pengalihan perhatian global dari isu kemanusiaan yang lebih besar di Palestina.

Kontradiksi Data dan Realitas Geopolitik

Ironi geopolitik semakin terlihat saat harga bensin di AS melonjak di atas 4 dolar per galon akibat blokade efektif Iran di Selat Hormuz.

Hanya sepertiga warga AS yang kini menyetujui aksi militer tersebut, mencerminkan adanya jurang pemisah antara kebijakan elit Washington dengan opini publik.

Donald Trump mengklaim di Truth Social bahwa rezim Iran telah memohon gencatan senjata, namun pernyataan ini mentah-mentah dibantah oleh Teheran.

Baca Juga :  Greenland dan NATO, Ancaman Militer Amerika di Arktik

Narasi yang bertabrakan ini menunjukkan betapa dalamnya krisis kepercayaan dalam komunikasi internasional di tengah kecamuk perang yang menewaskan ribuan sipil. ***

Heri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *