5 Jurusan dengan Proporsi Penganggur Sarjana Terbesar Menurut LPEM UI

AkalMerdeka.id – Jurusan dengan banyak pengangguran menjadi perhatian setelah data LPEM FEB UI berdasarkan Sakernas BPS 2025 menunjukkan lulusan Manajemen memiliki proporsi terbesar di antara penganggur berpendidikan minimal S1. Selain Manajemen, empat bidang studi lain yang banyak ditemukan dalam kelompok penganggur adalah Hukum, Ekonomi, Pendidikan, dan Akuntansi.
Data tersebut perlu dibaca secara hati-hati karena angka yang dirilis LPEM FEB UI menunjukkan proporsi bidang studi di antara penganggur sarjana, bukan tingkat pengangguran masing-masing jurusan. Artinya, tingginya jumlah lulusan suatu bidang studi juga dapat membuat bidang tersebut lebih banyak muncul dalam data pengangguran.
5 Jurusan dengan Banyak Pengangguran dalam Data LPEM UI
LPEM FEB UI mengolah data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS 2025 untuk melihat bidang studi pendidikan terakhir dari kelompok penganggur berpendidikan minimal S1. Hasilnya, lima bidang studi berikut memiliki proporsi terbesar.
- Manajemen: 10,3 persen
Manajemen menjadi bidang studi dengan proporsi terbesar dalam kelompok penganggur berpendidikan minimal S1. Program ini tersedia di banyak perguruan tinggi dan memiliki cakupan pekerjaan yang luas, mulai dari pemasaran, sumber daya manusia, keuangan hingga pengelolaan usaha. - Hukum: 9,0 persen
Bidang Hukum berada di posisi kedua dengan proporsi 9,0 persen. Lulusan bidang ini memiliki pilihan karier yang beragam, tetapi tetap berhadapan dengan persaingan untuk masuk ke berbagai pekerjaan profesional dan sektor lainnya. - Ekonomi: 8,7 persen
Ekonomi menempati urutan berikutnya dengan proporsi 8,7 persen. Bidang ini memiliki cakupan yang luas sehingga lulusannya dapat masuk ke berbagai sektor, termasuk perusahaan, lembaga keuangan, pemerintahan maupun bidang profesional. - Pendidikan: 7,1 persen
Bidang Pendidikan menyumbang proporsi 7,1 persen dari penganggur berpendidikan minimal S1 dalam data tersebut. Besarnya angka ini menempatkan Pendidikan sebagai salah satu bidang studi yang cukup banyak ditemukan dalam kelompok penganggur sarjana. - Akuntansi: 5,1 persen
Akuntansi berada di posisi kelima dengan proporsi 5,1 persen. Bersama Manajemen dan bidang bisnis lainnya, program Akuntansi tersedia secara luas di perguruan tinggi dan memiliki basis lulusan yang besar.
Lima bidang studi tersebut secara keseluruhan mencakup sekitar 40 persen dari seluruh penganggur berpendidikan minimal S1. Angka ini membuat daftar jurusan dengan banyak pengangguran tersebut menarik perhatian, tetapi tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa kelima bidang itu memiliki prospek kerja paling buruk.
Kenapa Manajemen Banyak Masuk Data Pengangguran?
LPEM FEB UI menjelaskan bahwa Manajemen memiliki cakupan program yang luas. Bidang ini berkaitan dengan pengelolaan organisasi, keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, aset hingga industri.
Program Manajemen juga tersedia di banyak perguruan tinggi dan cenderung memiliki jumlah mahasiswa yang besar. Konsekuensinya, ketika jumlah lulusan sangat banyak, sebagian yang belum terserap pasar kerja juga berpotensi menyumbang porsi lebih besar terhadap total penganggur.
Kondisi serupa dapat dilihat pada Akuntansi dan Administrasi Bisnis yang masih berdekatan dalam rumpun bisnis. Lulusan bidang-bidang tersebut memiliki pilihan pekerjaan yang beragam, tetapi juga harus bersaing di pasar kerja umum seperti perusahaan, perbankan, pemerintahan, administrasi, konsultasi, dan layanan profesional.
Data Ini Bukan Ranking Jurusan Paling Sulit Cari Kerja
LPEM FEB UI memberikan catatan penting dalam membaca data tersebut. Proporsi 10,3 persen untuk Manajemen berarti lulusan Manajemen menyumbang proporsi sebesar itu dari kelompok penganggur berpendidikan minimal S1 yang dianalisis, bukan berarti 10,3 persen seluruh lulusan Manajemen menganggur.
Perbedaan tersebut penting karena ukuran populasi setiap bidang studi tidak sama. Bidang dengan jumlah lulusan yang sangat besar secara alami memiliki peluang lebih besar menyumbang jumlah penganggur yang besar dibandingkan bidang dengan jumlah lulusan yang lebih sedikit.
Karena itu, data tersebut belum dapat digunakan untuk menyebut Manajemen, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, atau Akuntansi sebagai jurusan dengan tingkat pengangguran tertinggi.
Untuk mengetahui bidang studi mana yang memiliki risiko pengangguran lebih tinggi, jumlah penganggur dari setiap bidang harus dibandingkan dengan keseluruhan angkatan kerja yang memiliki latar belakang pendidikan pada bidang yang sama.
Dengan cara tersebut, pembaca dapat membedakan antara bidang studi yang memang memiliki tingkat pengangguran tinggi dan bidang studi yang banyak muncul dalam statistik pengangguran karena memiliki jumlah lulusan yang besar.





