Spanyol vs Prancis Berakhir 2-0, Mbappe Terisolasi

Spanyol vs Prancis Berakhir 2-0, Mbappe Terisolasi
Prancis vs Spanyol, kekalahan Prancis, dan lolosnya Spanyol

AkalMerdeka.id – Spanyol vs Prancis berakhir 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Arlington, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Mikel Oyarzabal membuka skor melalui penalti pada menit ke-22 sebelum Pedro Porro memastikan tiket final lewat golnya pada menit ke-58.

Skor tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan keberhasilan terbesar Spanyol. La Roja bukan hanya mencetak dua gol, tetapi juga memutus hubungan antarpemain dalam lini serang Prancis yang sebelumnya tampil paling produktif di turnamen.

Kylian Mbappe kesulitan memperoleh ruang, Michael Olise gagal menjadi penghubung, sementara Ousmane Dembele nyaris tidak terlibat dalam penyelesaian akhir. Tekanan kolektif dan kepadatan lini tengah Spanyol membuat deretan bintang Prancis lebih sering bergerak sendiri-sendiri.

Spanyol vs Prancis Ditentukan Saat La Roja Tak Menguasai Bola

Spanyol biasanya identik dengan dominasi penguasaan bola. Namun, kemenangan atas Prancis justru dibangun melalui kerja keras ketika kehilangan bola, disiplin menjaga jarak, dan keberanian memenangi duel.

Penguasaan bola Spanyol hanya mencapai 50,9 persen, angka terendah mereka dalam pertandingan Piala Dunia sejak 2002. Luis de la Fuente tidak memaksakan timnya mengendalikan laga dengan operan tanpa henti, tetapi memilih menutup jalur yang dibutuhkan Prancis untuk melakukan serangan cepat.

Baca Juga :  Swiss vs Aljazair, Xhaka Uji Mahrez di Pertandingan Penentuan

Spanyol melakukan 22 percobaan tekel dan memenangi 14 di antaranya. Prancis hanya sukses dalam delapan dari 14 tekel yang mereka lakukan.

La Roja juga memenangi 55,9 persen duel sepanjang pertandingan. Tingkat keberhasilan duel Prancis hanya 44,1 persen, yang menjadi catatan terendah mereka dalam pertandingan Piala Dunia sejak 1978.

Rodri menjadi pusat perlindungan di depan lini belakang dengan memenangi 11 dari 15 duel. Fabian Ruiz membantu menutup ruang di tengah dan tujuh kali merebut kembali penguasaan bola, terbanyak di antara pemain Spanyol.

Mbappe Terputus dari Michael Olise

Masalah utama Prancis bukan kekurangan pemain cepat. Tim asuhan Didier Deschamps gagal mengalirkan bola ke area yang dapat memberi Mbappe kesempatan berhadapan langsung dengan pertahanan Spanyol.

Olise dan Mbappe bahkan tidak saling mengirim satu operan pun sepanjang babak pertama. Olise kehilangan penguasaan bola 20 kali dalam 70 menit awal, lebih banyak dibandingkan enam pertandingan sebelumnya di Piala Dunia 2026.

Mbappe baru melepaskan percobaan pertamanya pada menit ke-67. Dembele lebih lama lagi karena baru mencatatkan tembakan pada masa tambahan waktu babak kedua.

Baca Juga :  Portugal vs Kroasia, Ronaldo dan Modric Kejar Tiket 16 Besar

Prancis hanya menghasilkan nilai peluang atau expected goals sebesar 0,04 pada babak pertama. Sepanjang pertandingan, nilainya hanya naik menjadi 0,3, yang menjadi angka terendah Prancis dalam satu laga Piala Dunia sejak data tersebut tersedia.

Angka itu menjelaskan mengapa jumlah serangan Prancis tidak berubah menjadi ancaman serius. Mereka dapat membawa bola ke depan, tetapi sulit memasuki area berbahaya dengan posisi dan sudut tembak yang ideal.

Oyarzabal dan Porro Menghukum Kesalahan Prancis

Spanyol tidak membutuhkan banyak peluang untuk mengendalikan pertandingan. Gol pertama lahir setelah Lamine Yamal bergerak menyambar bola di kotak penalti dan dijatuhkan Lucas Digne.

Oyarzabal mengeksekusi penalti dengan tenang pada menit ke-22. Keunggulan tersebut membuat Spanyol dapat menjaga bentuk permainan dan memaksa Prancis semakin terburu-buru.

Gol kedua memperlihatkan perbedaan hubungan antarpemain kedua tim. Pedro Porro bertukar operan dengan Dani Olmo sebelum berlari memasuki ruang kosong di sisi kiri pertahanan Prancis dan menaklukkan Mike Maignan pada menit ke-58.

Spanyol tetap menjaga struktur meski pemainnya bergerak dan bertukar posisi. Sebaliknya, jarak antarlini Prancis melebar ketika mereka berusaha mengejar skor.

Baca Juga :  Real Madrid Siap Tikung Barcelona untuk Dapatkan Julian Alvarez

Lamine Yamal sempat mencetak gol ketiga, tetapi dianulir karena offside. Prancis baru memberi tekanan lebih kuat menjelang akhir laga, termasuk melalui peluang Dembele yang dihentikan Unai Simon pada masa tambahan waktu.

Final Kedua Spanyol, Mimpi Prancis Terhenti

Kemenangan ini membawa Spanyol ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah edisi 2010. La Roja akan menghadapi pemenang semifinal Inggris melawan Argentina dalam pertandingan puncak.

Bagi Prancis, kekalahan dalam laga Spanyol vs Prancis menghentikan peluang tampil pada tiga final Piala Dunia secara beruntun. Les Bleus sebelumnya menjadi juara pada 2018 dan finis sebagai runner-up pada 2022.

Tugas final Spanyol kini bukan hanya mempertahankan ketajaman Oyarzabal, Yamal, dan Olmo. Kekuatan yang paling sulit ditandingi justru terletak pada kemampuan seluruh pemain bekerja sebagai satu unit, bahkan ketika bola berada di kaki lawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *