De Bruyne vs Salah di Belgia vs Mesir, Duel Dua Ikon Liga Inggris yang Masih Jadi Tumpuan Negara

AkalMerdeka.id – Pertandingan Belgia vs Mesir pada laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 bukan hanya soal perebutan 3 poin. Sorotan utama mengarah pada duel dua bintang yang selama bertahun-tahun menjadi wajah Liga Inggris, Kevin De Bruyne dan Mohamed Salah.
Keduanya datang ke Seattle dengan status legenda sepak bola negaranya masing-masing. Meski sudah memasuki fase akhir karier internasional, De Bruyne dan Salah tetap menjadi pusat permainan Belgia maupun Mesir pada turnamen yang bisa menjadi salah satu panggung terbesar terakhir mereka di level Piala Dunia.
Belgia vs Mesir Sajikan Duel Dua Pemimpin Generasi
Belgia memasuki Piala Dunia 2026 dengan misi membuktikan bahwa generasi mereka belum habis. Setelah gagal memenuhi ekspektasi pada beberapa turnamen besar sebelumnya, skuad asuhan Rudi Garcia kembali bertumpu pada Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku.
De Bruyne yang kini berusia 34 tahun masih menjadi otak permainan Belgia. Dengan 119 caps dan 37 gol internasional, perannya tidak hanya sebagai kreator serangan, tetapi juga pengatur tempo dan penghubung antar lini.
Di sisi lain, Mesir kembali menggantungkan harapan kepada Mohamed Salah. Penyerang berusia 33 tahun itu tetap menjadi simbol sepak bola Mesir sekaligus pemain paling berbahaya yang dimiliki tim asuhan Hossam Hassan.
Meski dilaporkan belum sepenuhnya pulih dari masalah hamstring yang dialami pada akhir musim bersama Liverpool, Salah diperkirakan tetap tampil sejak menit awal.
Peran De Bruyne Bisa Menentukan Arah Pertandingan
Secara taktik, Belgia diprediksi menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan De Bruyne bermain di belakang striker utama Romelu Lukaku.
Di atas kertas, tantangan terbesar Mesir adalah membatasi ruang gerak sang gelandang. Jika De Bruyne mendapat keleluasaan menerima bola di area antarlini, Belgia berpotensi menciptakan banyak peluang melalui kombinasi bersama Jeremy Doku, Leandro Trossard, dan Lukaku.
Kondisi Jeremy Doku yang sempat mengalami gangguan pernapasan juga menjadi perhatian. Namun mayoritas laporan terbaru menyebut pemain Manchester City tersebut sudah kembali berlatih penuh dan diperkirakan siap bermain.
Keberadaan Doku memberi dimensi berbeda bagi Belgia karena kecepatannya mampu memaksa pertahanan lawan bermain lebih dalam. Situasi itu dapat membuka ruang yang dibutuhkan De Bruyne untuk mengatur permainan.
Salah Jadi Harapan Utama Mesir
Mesir datang dengan pendekatan yang berbeda. Tim berjuluk The Pharaohs lebih mengandalkan organisasi permainan dan efektivitas serangan balik.
Catatan tanpa kebobolan dalam enam pertandingan kualifikasi menunjukkan kekuatan utama Mesir berada pada struktur pertahanannya. Karena itu, Salah kemungkinan tidak akan terlalu sering turun membantu fase bertahan dan lebih difokuskan untuk menyerang ruang kosong saat Belgia kehilangan bola.
Selain Salah, Mesir juga memiliki Omar Marmoush yang diprediksi menjadi pendamping utama dalam transisi cepat dari bertahan ke menyerang.
Jika Salah mampu memanfaatkan ruang di belakang garis pertahanan Belgia, Mesir berpeluang mengulang kejutan yang pernah mereka ciptakan saat mengalahkan Belgia 2-1 dalam laga persahabatan tahun 2022.
Belgia vs Mesir Bukan Sekadar Pertandingan Grup
Di atas kertas, Belgia memang lebih diunggulkan. Mayoritas prediksi menempatkan tim Eropa tersebut sebagai favorit berkat kualitas individu yang lebih merata.
Namun ada faktor yang membuat pertandingan ini menarik. Belgia memiliki sejumlah pemain inti yang telah berusia di atas 30 tahun, termasuk De Bruyne dan Lukaku. Sementara Mesir datang dengan pertahanan yang sedang berada dalam performa terbaik setelah menjalani kualifikasi tanpa kekalahan.
Situasi tersebut membuat laga pembuka Grup G berpotensi berlangsung lebih ketat dibanding perkiraan banyak orang.
Duel yang Bisa Menentukan Warisan Terakhir
Bagi De Bruyne dan Salah, Piala Dunia 2026 memiliki makna lebih besar dibanding sekadar pertandingan pembuka. Keduanya telah memenangkan berbagai penghargaan individu dan gelar bergengsi di level klub, tetapi belum pernah membawa negaranya melangkah jauh di Piala Dunia.
Karena itu, duel Belgia vs Mesir menjadi kesempatan untuk kembali menunjukkan bahwa mereka masih mampu menjadi pembeda di panggung terbesar sepak bola dunia.
Ketika peluit pertama dibunyikan di Lumen Field, perhatian publik mungkin tertuju pada skor akhir. Namun di balik itu, ada pertarungan dua ikon sepak bola modern yang masih berusaha menulis bab terakhir karier internasional mereka dengan cara yang berkesan.





